Dinas Perikanan Kota Lubuk Linggau

Cegah Stunting, Mulai dari Gizi dan Kebiasaan Sehari-hari

Super Admin
Cegah Stunting, Mulai dari Gizi dan Kebiasaan Sehari-hari

Cegah Stunting dengan Gizi dan Perilaku Sehat

Stunting bukan hanya soal anak pendek, tapi tanda bahwa tumbuh kembang anak terhambat akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang sejak dini. Anak yang stunting berisiko mengalami gangguan belajar, mudah sakit, dan produktivitasnya rendah saat dewasa. Karena itu, mencegah stunting harus dimulai sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun pertama (1000 HPK – Hari Pertama Kehidupan).

Pencegahan stunting tidak cukup hanya dengan makan banyak, tapi juga dengan memperhatikan kualitas gizi, kebersihan, dan perilaku hidup sehat.
Ibu hamil perlu mengonsumsi makanan bergizi seimbang yang kaya protein, zat besi, asam folat, dan kalsium agar janin tumbuh optimal. Setelah melahirkan, pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan menjadi langkah penting, karena ASI mengandung semua zat gizi dan antibodi alami untuk bayi.

Setelah usia 6 bulan, bayi membutuhkan MP-ASI bergizi yang terdiri dari karbohidrat, protein hewani (ikan, telur, ayam), lemak sehat, sayur, dan buah. MP-ASI sebaiknya dibuat dari bahan lokal segar, tanpa tambahan gula atau garam berlebih. Orang tua perlu memperhatikan kebersihan tangan, alat makan, dan air yang digunakan agar anak tidak terkena diare atau infeksi saluran cerna yang bisa menghambat penyerapan gizi.

Selain itu, sanitasi lingkungan yang baik berperan penting dalam pencegahan stunting. Rumah dan lingkungan harus memiliki jamban sehat, air bersih yang layak, serta tempat pembuangan sampah yang benar. Anak juga harus dibiasakan cuci tangan pakai sabun sebelum makan dan setelah buang air besar.

Perilaku sehat keluarga, seperti tidur cukup, bermain aktif di luar ruangan, dan konsumsi makanan bergizi bersama, akan memperkuat ketahanan tubuh anak.
Ketika gizi, kebersihan, dan perilaku sehat berjalan bersama, risiko stunting bisa ditekan secara signifikan.

Berita Terkait

57